Langsung ke konten utama

Inilah 5 Fakta Menarik Tentang Gili Lawa Darat

Wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Taman Nasional (TN) Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur ( NTT) tentu bisa datang ke pulau-pulau yang ada di sana. Salah satu pulau yang seringkali dikunjungi adalah Gililawa Darat. Namun,baru-baru ini pulau tersebut menjadi perbincangan masyarakat Indonesia lantaran terbakar. Nah, berikut ini adalah fakta menarik dari Gili lawa Darat :

Gambar terkait

1. Bagian dari kawasan TN Komodo 

Gililawa Darat merupakan pulau yang termasuk dalam kawasan TN Komodo, NTT. Lokasi pulau ini bersebelahan dengan Pulau Komodo. Kepala Balai TN Komodo, Budhy Kurniawan mengatakan Gililawa Darat ini sendiri memiliki luas sekitar 40 hektar yang dipenuhi dengan savanna.

2. 10 hektar lahannya hangus terbakar Pada Rabu (1/8/2018) 

Gililawa Darat ini mengalami peristiwa kebakaran. Sekitar 10 hektar lahan savanna hangus terbakar. Penyebab kebakaran ini diduga kuat disebabkan oleh pengunjung pulau. Namun hingga saat ini petugas masih menyelidiki lebih lanjut. 

3. Salah satu spot terbaik untuk berfoto 

Tak sedikit para wisatawan berkunjung ke Gililawa Darat. Tentunya karena pulau ini begitu mempesona. Biasanya wisatawan mendaki hingga puncak pulau untuk melihat keindahan pemandangan pulau beserta laut. Tidak sekedar dipandang, wisatawan biasanya juga mengabadikan foto, karena lokasinya disebut-sebut sebagai spot yang instagramable. “Biasanya mereka (wisatawan) trekking ke puncak untuk foto-foto. Kemudian biasanya menunggu momen sunset, karena pemandangannya cukup indah,” ujar Budhy

4. Pulau tidak berpenghuni 

Budhy menjelaskan bahwa Gililawa Darat merupakan pulau yang tidak berpenghuni, baik itu manusia atau pun komodo. Di sana, benar-benar hanya pulau yang dipenuhi dengan savana. 

5. Bisa trekking hingga snorkeling 

Beragam aktivitas pun bisa dilakukan di pulau ini. Selain trekking hingga puncak pulau, wisatawan bisa menikmati bahari di sana. “Kemudian perairannya, pantainya, pasir putih. Aktivitas baharinya snorkeling, swimming, untuk diving memang di sana bukan spot-nya,” jelas Budhy.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapkan Diri Anda untuk Melihat Smartphone Terbaru dari Vivo Ini!

Ini Dia 10 Restoran Romantis yang Ada Di Bali

Suka makan dan juga suka foto-foto? ini dia tempat yang sangat cocok kamu kunjungi saat di Bali bersama pasanganmu, 10 Restoran paling Romantis dan juga Instagenic. Pass banget buat kamu yang suka upload foto di Instagram. Sebenarnya di Bali banyak sekali terdapat resto yang romantis serta instagenic, hal tersebut karena pemandangan sekitar yang sangat mendukung. Dengan jepretan foto-foto ini akan membuat feed instagram kamu menjadi lebih keren, selain itu akan menambah hubungan kamu dan pasangan menjadi semakin romantis!

1. SWEPT AWAY – THE SAMAYA UBUD

Di deretan pertama ada SWEPT AWAY - THE SAMAYA UBUD, sebuah restoran yang memiliki konsep alam. Makan siang romantis dengan pasangan akan semakin romantis dengan dikelilingi air jernih serta bebatuan sungai. Meja makan sengaja diletakkan di tengah-tengah sungai sehingga membuat suasana sangatt alami serta romantis. Terasa suasana alam begitu tenang dan bebas polusi serta traffic jam. Selain romantis, spot untuk foto juga sangat unik dan…

Ini Dia Salah Satu Cara Ampuh Untuk Diet

Menurut riset, mengubah waktu makan bisa menjadi kunci untuk mengurangi lemak tubuh. Riset ini dilakukan selama 10 minggu oleh peneliti dari University of Surrey. Hasil riset membuktikan waktu makan ternyata berdampak signifikan terhadap tubuh kita. Dalam penelitian, peserta tidak diharuskan untuk mengatur jenis makanan dan bisa mengonsumsi makanan apapun yang mereka inginkan, namun hanya makan pada jam-jam tertentu. Peserta dalam riset ini terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah mereka yang mengonsumsi makanan seperti biasa. Sementara kelompok kedua mengonsumsi sarapan 90 menit lebih lambat dan makan malam 90 menit lebih awal. Setiap peserta juga diminta mengisi buku harian diet sepanjang penelitian, memberikan sampel darah dan menyelesaikan kuesioner usai penelitian. 

Hasilnya, mereka yang mengonsumsi makanan pada jeda waktu lebih kecil mengalami pengurangan lemak dua kali lebih besar daripada kelompok lainnya. Dari hasil pengisian kuesioner, terungkap sebesar 57 persen…