Langsung ke konten utama

Inilah 10 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Bandung

Berikut ini adalah daftar tempat wisata di Lembang yang wajib dikunjungi pada saat berada di Bandung saat menghabiskan waktu liburan akhir pekan atau libur panjang. Lembang merupakan tempat tujuan wisata di daerah Bandung yang cukup populer, khususnya para warga sekitar Bandung seperti Jakarta dan Purwasuka. Selain karena udaranya yang sejuk dan asri, tempat wisata di Lembang tergolong murah dan ekonomis. Pada saat liburan akhir pekan tiba, Lembang selalu dipenuhi kendaraan dari berbagai luar daerah Bandung. Karena selain menjadi tujuan utama, Lembang juga merupakan lokasi wisata transit bagi sebagian orang yang sedang melakukan perjalanan menuju ke Bandung dari arah Subang, atau sebaliknya.

Tempat Wisata di Lembang Bandung Jendela Alam

Lalu, apa saja tempat wisata Lembang, Bandung yang layak untuk dijadikan destinasi utama, berikut ini adalah daftarnya :

10. Sapu Lidi

Tempat wisata Lembang yang pertama adalah Sapu Lidi. Hmm nama yang cukup aneh ya. Namun dibalik namanya yang aneh tempat wisata Lembang, Bandung ini memiliki keunikan tersendiri. Alam pedesaan yang asri membuat para wisatawan betah dan selalu ingin kembali kesana. Selain dapat menikmati suasana alam pedesaan, di lokasi wisata Sapu Lidi tersedia perahu tradisional yang dapat di sewa untuk berkeliling ke danau. Di area Sapu Lidi juga menyediakan wisata kuliner yang cukup enak, semakin nikmat disantap di antara suasana alamnya.

Lokasi wisata sapu lidi Lembang buka jam 10 pagi sampai dengan 11 malam. Selain wisata alam dan kuliner yang lezat tersedia juga fasilitas penginapan hotel dan resort yang dilengkapi dengan spa ada disekitar wisata sapu lidi. Untuk harga yang dipatok cukup lumayan kelas menengah, Anda bisa melihatnya di berbagai review para pengunjung yang pernah kesana.

9. Jendela Alam

Tempat wisata di Lembang selanjutnya adalah taman wisata jendela alam Lembang Bandung. Jendela alam merupakan objek wisata keluarga yang sekaligus cocok untuk dijadikan sarana belajar anak mengenal alam seperti tumbuh-tumbuhan dan binatang. Suasananya yang sejuk tentu saja membuat anak-anak betah berlama-lama disana.

Lokasi jendela alam Lembang Bandung berada di alamat JL. Sersan Bajuri KM 4, 5, Komplek Graha Puspa, Lembang, tempat wisata keluarga dan anak ini buka setiap hari, untuk hari Senin s/d Jumat mulai jam 9 pagi sampai dengan tutup jam 4 sore, dan akhir pekan serta hari libur mulai jam 8 pagi s/d 4.30 sore.   Harga tiket masuk lokasi wisata jendela alam Lembang Rp 10,000 untuk hari biasa dan Rp 15,000 untuk weekend atau akhir pekan, tiket tersebut sudah termasuk gift dan berlaku bagi dewasa serta anak-anak.

8. Kampung Gajah

Berlokasi di Jl. Sersan Bajuri KM. 3,8, Cihideung, Parongpong, Bandung Barat, Kampung Gajah merupakan tempat wisata Lembang yang sangat populer. Kepopuleran objek wisata ini sampai ke telinga para wisatawan luar Bandung seperti Jakarta dan sekitarnya. Tempat wisata Lembang Kampung Gajah memiliki wahana lebih dari 30 jenis permainan, dapat digunakan untuk dewasa maupun anak, sehingga destinasi wisata wahana satu ini patut disebut sebagai wisata terpadu. Wahana yang ada di tempat wisata Kampung Gajah diantaranya adalah Waterboom, Bumperboat, Child Playground, Mini ATV, Mini Buggy, Side Car, Buggy Family, Horse Riding, Delman Royal, Skyrider dan masih banyak lagi.

7. Floating Market


Menikmati wisata kuliner di atas perahu merupakan pengalaman unik tersendiri, untuk dapat menikmatinya Anda bisa mengunjungi tempat wisata di Lembang satu ini. Adalah "Floating Market" sebuah tempat wisata yang menyuguhkan pengalaman wisata kuliner di atas perahu. Berbeda dengan "Pasar Apung" yang ada di Kalimantan, jika disana menjual kebutuhan pokok atau sembako, Floating Market di Lembang ini menjual aneka kuliner khas Lembang, Bandung.

6. Kampung Daun

 Bagi para penggemar wisata kuliner? Kampung Daun Lembang, Bandung merupakan tempat wisata makanan yang cukup menarik untuk dikunjungi. Menyajikan menu makanan khas Indonesia dengan latar belakang suasana alam pedesaan Sunda ditambah suara gemercik air terjun terasa damai dan nyaman berada disana. Salah satu menu makanan khas Indonesia yang ada diantaranya adalah Nasi Timbel, Nasi Pepes Daun Kemangi Sambal Pete, Nasi Liwet Parahyangan, Rawon, Sop Buntut, Sate, Ayam dan Ikan Goreng dan menu khas Sunda dan juga Nasi Bakar Sambal Belut.

Namun, selain makanan khas Sunda, kampung daun juga dilengkapi dengan hidangan makanan barat seperti Steaks, Pasta atau Pizza. Sedangkan untuk makanan ringannya yang khas adalah Batagor, Surabi, Tahu dan Pisang Goreng serta Colenak. Selesain menyantap beberapa makanan yang super lezat, cobalan menu minuman khas Sunda yang ada seperti Es Goyobod, Es Krim atau Pancake. Harga makanan di kampung daun untuk snack dipatok mulai dari Rp 8.000, sedangkan untuk steak sampai Rp 115.000.

5. Lembang Jungle Discovery

 Lembang Jungle Discovery merupakan objek wisata di Lembang yang tergolong baru. Pengalaman adventure yang menarik dengan panorama dan background alam hutan pinus yang alami akan menantang dan memacu adrenaline Anda. Lokasi tempat wisata outbound di Lembang satu ini terletak di kawasan hutan sekitar Tangkuban Perahu dengan ketinggian 1400 mdpl, sehingga udara disana terasa sangat sejuk. Beberapa paket wisata yang disediakan Lembang Jungle Discovery antara lain adalah Family Day / Wisata Keluarga (Arisan, Reuni), Outing Gathering Company, Family Gathering, Offroad Paintball , Adventure Program, School Holiday Program/Wisata Pendidikan (Farewel Party, Opspek, etc), Paket Meeting, dan Wisata Religi. Fasilitas yang tersedia juga cukup lengkap mulai dari penginapan, hotel, villa, bungalow toilet yang bersih dan juga keamanan 24 jam.
 
4. Observatorium Bosscha
 
Selanjutnya ada Observatorium Bosscha. Sebuah objek wisata yang memberikan pengalaman astronomi. Tempat yang berfungsi sebagai pengamatan dan observasi bintang dan objek luar angkasa ini merupakan satu-satunya yang ada di Lembang, Bandung. Rata-rata pengunjung objek wisata Observatorium Bosscha adalah mahasiswa dan juga murid sekolah karena memang Observatorium Bosscha  adalah merupakan wisata edukasi. Lokasi alamat Observatorium Bosscha Lembang ada di jalan Peneropong Bintang, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Gedung tempat penelitian bintang ini termasuk di dalam satu organisasi Institut Tinggi Bandung. Kunjungan pada hari Selasa sampai Jumat dibagi menjadi 3 sesi, masing-masing sesi berdurasi 1,5 jam. Sebagai catatan, pada hari Selasa dan Jumat hanya menerima kunjungan dari sekolah, instansi dan organisasi, tidak menerima kunjungan keluarga dan perorangan atau umum. Sedangkan untuk kunjungan perorangan atau keluarga dapat dilakukan pada hari Sabtu, tidak ada sesi khusus pada hari ini dan buka mulai jam 9 pagi sampai jam 1 siang.

3. Maribaya

Tempat wisata di Lembang selanjutnya adalah Maribaya. Jika berkunjung ke Tangkuban Perahu jangan lewatkan objek wisata satu ini. Berada di daerah Lembang, Maribaya berjarak kurang lebih 22 km dari Kota Bandung. Wisata yang dapat disaksikan di Maribaya adalah mata air panas. Seperti pada umumnya sumber air panas yang mengandung belerang diyakini mampu menyembuhkan aneka ragam penyakit kulit. Tetapi yang berbeda dari wisata permandian air panas lainnya adalah di Maribaya terdapat sebuah air terjun yang indah dan tamannya yang asri karena memang dekat dengan kawasan Hutan Ir. Juanda. Disana juga terdapat sungai yang masih alami yang megalir sampai ke Curug Dago. Jadi setelah berendam dalam hangatnya sumber mata air belerang disana dapat dilanjutkan dengan kegiatan wisata alam lainnya.

2. De Ranch

De Ranch merupakan objek wisata yang ada di Lembang. Tempat wisata De Ranch sangat ikonik, dengan tema utama yaitu Koboi.  Lokasi De Ranch ada di Jl. Maribaya No. 17, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Buka dari hari Selasa sampai Sabtu mulai jam 9 s/d jam 5, sedangkan hari senin tutup.

1. Tangkuban Perahu

Siapa yang tak tau Gunung Tangkuban Perahu. Gunung yang memiliki cerita legenda rakyat ini berada di Bandung Utara tepatnya di Cikole, Lembang, atau sekitar 20 km dari pusat kota. Tempat wisata alam yang ada di Lembang ini ramai pengunjung saat akhir pekan dan musim liburan tiba. Tempat ini menjadi destinasi wisata favorit warga sekitar Bandung seperti Jakarta, Bogor, Subang, Purwakarta, dan Karawang. Kebanyakan warga sekitar Bandung memanfaatkan Gunung Tangkuban Perahu sebagai tujuan wisata akhir pekan karena mudah di jangkau dan sangat ekonomis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapkan Diri Anda untuk Melihat Smartphone Terbaru dari Vivo Ini!

Ini Dia 10 Restoran Romantis yang Ada Di Bali

Suka makan dan juga suka foto-foto? ini dia tempat yang sangat cocok kamu kunjungi saat di Bali bersama pasanganmu, 10 Restoran paling Romantis dan juga Instagenic. Pass banget buat kamu yang suka upload foto di Instagram. Sebenarnya di Bali banyak sekali terdapat resto yang romantis serta instagenic, hal tersebut karena pemandangan sekitar yang sangat mendukung. Dengan jepretan foto-foto ini akan membuat feed instagram kamu menjadi lebih keren, selain itu akan menambah hubungan kamu dan pasangan menjadi semakin romantis!

1. SWEPT AWAY – THE SAMAYA UBUD

Di deretan pertama ada SWEPT AWAY - THE SAMAYA UBUD, sebuah restoran yang memiliki konsep alam. Makan siang romantis dengan pasangan akan semakin romantis dengan dikelilingi air jernih serta bebatuan sungai. Meja makan sengaja diletakkan di tengah-tengah sungai sehingga membuat suasana sangatt alami serta romantis. Terasa suasana alam begitu tenang dan bebas polusi serta traffic jam. Selain romantis, spot untuk foto juga sangat unik dan…

Ini Dia Salah Satu Cara Ampuh Untuk Diet

Menurut riset, mengubah waktu makan bisa menjadi kunci untuk mengurangi lemak tubuh. Riset ini dilakukan selama 10 minggu oleh peneliti dari University of Surrey. Hasil riset membuktikan waktu makan ternyata berdampak signifikan terhadap tubuh kita. Dalam penelitian, peserta tidak diharuskan untuk mengatur jenis makanan dan bisa mengonsumsi makanan apapun yang mereka inginkan, namun hanya makan pada jam-jam tertentu. Peserta dalam riset ini terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah mereka yang mengonsumsi makanan seperti biasa. Sementara kelompok kedua mengonsumsi sarapan 90 menit lebih lambat dan makan malam 90 menit lebih awal. Setiap peserta juga diminta mengisi buku harian diet sepanjang penelitian, memberikan sampel darah dan menyelesaikan kuesioner usai penelitian. 

Hasilnya, mereka yang mengonsumsi makanan pada jeda waktu lebih kecil mengalami pengurangan lemak dua kali lebih besar daripada kelompok lainnya. Dari hasil pengisian kuesioner, terungkap sebesar 57 persen…