Langsung ke konten utama

6 Tips Aman Saat Menggunakan Ponsel

Intensitas dan lamanya mata menatap layar ponsel akan berpengaruh terhadap kesehatan mata. Staf Divisi Pediatri Oftalmologi Departemen IK Mata FKUI-RSCM, dr. Julie Dewi Barliana, SpM(K), M. Biomed, mengatakan, layar ponsel dapat menyebabkan mata terasa kering, panas, berair, bahkan katarak. Julie menjelaskan, ponsel bekerja menggunakan gelombang elektromagnetik yang menimbulkan radiasi di sekitar kepala terutama mata. Efek panas dari gelombang tersebut dapat menimbulkan akibat buruk pada mata, terlebih untuk penggunaan yang berlebihan. “Lebih jauh lagi, ada laporan yang menyatakan bahwa (panas radiasi elektromagnetik) bisa meningkatkan risiko kanker di dalam mata,” ujar Julie. Julie memberikan tips aman menggunakan ponsel untuk kesehatan mata: 
 Hasil gambar untuk menatap layar ponsel

1. Jaga jarak pandang 

Jarak pandang aman menggunakan ponsel adalah 30-40 cm dari mata. Hal ini sama dengan jarak pandang saat membaca buku. Bagi Anda yang menggunakan kacamata, sangat dianjurkan untuk menggunakan kacamata sesuai dengan ukuran masing-masing agar jarak ideal tetap bisa diterapkan.

2. Sering berkedip 

Jangan lupa untuk mengedipkan mata saat menatap layar ponsel. Hal ini penting untuk mencegah mata menjadi kering. 

3. Istirahatkan mata 

Setelah menatap ponsel selama 20 menit, usahakan untuk mengambil rehat atau jeda dengan tidak menggunakan ponsel sehingga mata dapat beristirahat sejenak. 

4. Atur tampilan layar 

Pastikan pengaturan layar Anda nyaman untuk digunakan. Gunakan font yang mudah untuk dibaca. Atur ukuran font agar tidak terlalu besar dan tidak terlau kecil sehingga dapat dibaca dengan mudah oleh mata kita. Demikian pula dengan tingkat kecerahan atau brightness. Atur brightness yang sesuai dengan keadaan penggunaan, misalnya saat di dalam ruangan atau di luar ruangan kebutuhan akan berbeda. Pastikan brightness tidak terlalu gelap dan terlalu terang. 

5. Jaga kebersihan layar 

Usahakan layar ponsel tetap jernih dan bersih sehingga tidak mengganggu pandangan mata. Membersihkan layar ponsel bisa Anda lakukan dengan tisu lembut atau bahan lainnya. 

6. Gunakan Screen Protector 

Screen protector pada layar ponsel Anda penting untuk meminimalisasi pancaran cahaya yang berlebihan. Dengan menerapkan tips-tips di atas, menurut Julie, akan penting dan efektif dibandingkan dengan mengonsumsi vitamin untuk mata dan menggunakan kacamata pelindung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapkan Diri Anda untuk Melihat Smartphone Terbaru dari Vivo Ini!

Ini Dia 10 Restoran Romantis yang Ada Di Bali

Suka makan dan juga suka foto-foto? ini dia tempat yang sangat cocok kamu kunjungi saat di Bali bersama pasanganmu, 10 Restoran paling Romantis dan juga Instagenic. Pass banget buat kamu yang suka upload foto di Instagram. Sebenarnya di Bali banyak sekali terdapat resto yang romantis serta instagenic, hal tersebut karena pemandangan sekitar yang sangat mendukung. Dengan jepretan foto-foto ini akan membuat feed instagram kamu menjadi lebih keren, selain itu akan menambah hubungan kamu dan pasangan menjadi semakin romantis!

1. SWEPT AWAY – THE SAMAYA UBUD

Di deretan pertama ada SWEPT AWAY - THE SAMAYA UBUD, sebuah restoran yang memiliki konsep alam. Makan siang romantis dengan pasangan akan semakin romantis dengan dikelilingi air jernih serta bebatuan sungai. Meja makan sengaja diletakkan di tengah-tengah sungai sehingga membuat suasana sangatt alami serta romantis. Terasa suasana alam begitu tenang dan bebas polusi serta traffic jam. Selain romantis, spot untuk foto juga sangat unik dan…

Ini Dia Salah Satu Cara Ampuh Untuk Diet

Menurut riset, mengubah waktu makan bisa menjadi kunci untuk mengurangi lemak tubuh. Riset ini dilakukan selama 10 minggu oleh peneliti dari University of Surrey. Hasil riset membuktikan waktu makan ternyata berdampak signifikan terhadap tubuh kita. Dalam penelitian, peserta tidak diharuskan untuk mengatur jenis makanan dan bisa mengonsumsi makanan apapun yang mereka inginkan, namun hanya makan pada jam-jam tertentu. Peserta dalam riset ini terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah mereka yang mengonsumsi makanan seperti biasa. Sementara kelompok kedua mengonsumsi sarapan 90 menit lebih lambat dan makan malam 90 menit lebih awal. Setiap peserta juga diminta mengisi buku harian diet sepanjang penelitian, memberikan sampel darah dan menyelesaikan kuesioner usai penelitian. 

Hasilnya, mereka yang mengonsumsi makanan pada jeda waktu lebih kecil mengalami pengurangan lemak dua kali lebih besar daripada kelompok lainnya. Dari hasil pengisian kuesioner, terungkap sebesar 57 persen…