Langsung ke konten utama

Manfaat Kopi Hijau Bagi Kesehatan Tubuh

Kamu pernah nyoba green coffee alias kopi hijau?. Namanya memang tak setenar kopi hitam, namun siapa sangka jika kopi jenis ini memiliki begitu banyak manfaat yang mungkin belum kamu tahu.

Tidak banyak orang yang tahu dengan nama lain green coffee. Green coffee ataupun populer dengan nama kopi hijau ini berasal dari biji kopi yang belum dipanggang maupun kopi yang masih mentah. Biji kopi hijau memiliki tingkat asam klorogenat yang amatlah tinggi daripada dengan kopi biasa karena tak melewati proses pemanggangan.

Green coffee ini tengah booming di kalangan masyarakat sebab berbagai manfaatnya yang ampuh dalam membantu menurunkan berat badan dengan signifikan serta aman ketimbang anda mengkonsumsi obat kimia. Menurut salah satu penelitian ilmiah, ekstrak dari biji kopi hijau telah membuktikan banyaknya manfaat bagi kesehatan tubuh. Agar anda tak merasa penasaranlagi, berikut kami sajikan Tips mengenai beberapa manfaat dari kopi hijau


Asam klorogenat ada dalam kopi hijau amatlah efektif dalam membantu anda diet

Biji kopi hijau memiliki kandungan asam klorogenat tiga kali lebih besar daripada kopi hitam ataupun kopi yang telah dipanggang. Asam klorogenat itulah yang bisa membakar penumpukan lemak pada waktu yang sangat cepat. Asam klorogenat yang ada dalam kopi hijau tersebut juga dapat terserap secara maksimal dalam tubuh serta bisa mengurangi kira-kira 1,5 sampai 2 kg berat badan lebih banyak ketimbang orang yang tidak mengkonsumsinya sama sekali

Faedah lain dari asam klorogenat juga bisa mengurangi tekanan darah tinggi

Menurut salah satu riset yang dimuat pada tahun 2006 di Clinical and Experimental Hypertension membuktikan bahwa manfaat dari kopi hijau memang sangat ampuh dalam menurunkan tekanan darah. Sebesar 117 peserta yang mempunyai tekanan darah tinggi ringan, diberikan suguhan kopi hijau serta plasebo demi dikonsumsi hingga kurun waktu 28 hari. Alhasil, tekanan darah yang terjadi dalam diri pasien ini menurun lebih banyak ketimbang dengan memakai plasebo.

Biji kopi hijau bisa menurunkan efek radikal bebas yang dapat menghancurkan sel yang ada di dalam tubuh

Menurut beberapa kajian ilmiah, biji kopi hijau memiliki kandungan antioksidan tinggi serta kandungan komponen farmakologus aktif yang lain. Manfaatnya bisa mencegah dari kandungan antioksidan tersebut yang menjadikan anda lebih sehat sebab mengurangi jumlah kerusakan sel yang ada di dalam tubuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapkan Diri Anda untuk Melihat Smartphone Terbaru dari Vivo Ini!

Ini Dia 10 Restoran Romantis yang Ada Di Bali

Suka makan dan juga suka foto-foto? ini dia tempat yang sangat cocok kamu kunjungi saat di Bali bersama pasanganmu, 10 Restoran paling Romantis dan juga Instagenic. Pass banget buat kamu yang suka upload foto di Instagram. Sebenarnya di Bali banyak sekali terdapat resto yang romantis serta instagenic, hal tersebut karena pemandangan sekitar yang sangat mendukung. Dengan jepretan foto-foto ini akan membuat feed instagram kamu menjadi lebih keren, selain itu akan menambah hubungan kamu dan pasangan menjadi semakin romantis!

1. SWEPT AWAY – THE SAMAYA UBUD

Di deretan pertama ada SWEPT AWAY - THE SAMAYA UBUD, sebuah restoran yang memiliki konsep alam. Makan siang romantis dengan pasangan akan semakin romantis dengan dikelilingi air jernih serta bebatuan sungai. Meja makan sengaja diletakkan di tengah-tengah sungai sehingga membuat suasana sangatt alami serta romantis. Terasa suasana alam begitu tenang dan bebas polusi serta traffic jam. Selain romantis, spot untuk foto juga sangat unik dan…

Ini Dia Salah Satu Cara Ampuh Untuk Diet

Menurut riset, mengubah waktu makan bisa menjadi kunci untuk mengurangi lemak tubuh. Riset ini dilakukan selama 10 minggu oleh peneliti dari University of Surrey. Hasil riset membuktikan waktu makan ternyata berdampak signifikan terhadap tubuh kita. Dalam penelitian, peserta tidak diharuskan untuk mengatur jenis makanan dan bisa mengonsumsi makanan apapun yang mereka inginkan, namun hanya makan pada jam-jam tertentu. Peserta dalam riset ini terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah mereka yang mengonsumsi makanan seperti biasa. Sementara kelompok kedua mengonsumsi sarapan 90 menit lebih lambat dan makan malam 90 menit lebih awal. Setiap peserta juga diminta mengisi buku harian diet sepanjang penelitian, memberikan sampel darah dan menyelesaikan kuesioner usai penelitian. 

Hasilnya, mereka yang mengonsumsi makanan pada jeda waktu lebih kecil mengalami pengurangan lemak dua kali lebih besar daripada kelompok lainnya. Dari hasil pengisian kuesioner, terungkap sebesar 57 persen…