Langsung ke konten utama

Lenovo Z5 Resmi Meluncur Dengan Layar "Berponi"

Lenovo akhirnya meluncurkan smartphone anyarnya, Lenovo Z5 di China. Setelah sesumbar akan mengusung desain yang bersih dari bingkai sama sekali, nampaknya Lenovo tetap mengekor tren ponsel Android lain saat ini. Lenovo Z5 secara resmi meluncur dengan desain layar "berponi". Tampak takik kecil atau "notch" menghiasi permukaan atas layar. Display tersebut dilindungi anti gores Corning Gorilla Glass 2,5 D di bagian muka dan punggung perangkat. Bingkai depan berbahan logam dan bodi belakangnya terbuat dari bahan kaca. Diagonal layar Lenovo Z5 berbentang 6,2 inci dengan resolusi full HD plus 2246 x 1080 piksel dan rasio aspek 19:9. 


Rasio bodi ke layarnya disebut mencapai 90 persen, bukan 95 persen seperti yang diumbar sebelumnya. Di bawah "cangkang", terbenam chip Snapdragon 636 octa-core yang disandingkan dengan grafis Adreno 509 dan RAM 6 GB. Lenovo akan melempar smartphone ini dalam dua model internal, yakni 64 GB dan 128 GB. Tak mau ketinggalan tren kamera, Lenovo juga menyematkan modul dual lensa di bagian belakang. Masing-masing berkonfigurasi 16 megapiksel untuk kamera utama dan 8 megapiksel untuk kamera sekunder dengan bukaan f/2.0. Lenovo mengklaim jika kamera ini bisa diandalkan untuk merekam video dengan resolusi 4K. Selain kamera, bodi belakang juga digunakan sebagai rumah sensor pemindai sidik jari. Kamera selfie di bagian depan memiliki resolusi 8 megapiksel dengan dukungan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). 

Lenovo Z5 dibekali baterai non-removable berkapasitas 3.300 mAh yang didukung pengisi daya 18 watt. Di sisi kiri perangkat terdapat dua slot kartu SIM, sementara tombol volume dan power ada di sisi sebelah kanan. Handset ini akan berjalan dengan OS Android 8.1 Oreo dan kustomisasi antarmuka ZUI 4.0. Ada tiga varian warna yang bisa dipilih yakni hitam, biru, dan warna aurora. Untuk Lenovo Z5 dengan RAM 6 GB dan ROM 64 GB dibanderol 1.299 yuan (sekitar Rp 2,8 juta). Sementara model dengan RAM 6 GB dan ROM 128 GB akan dijual 1.799 yuan (sekitar Rp 3,9 juta).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapkan Diri Anda untuk Melihat Smartphone Terbaru dari Vivo Ini!

Ini Dia 10 Restoran Romantis yang Ada Di Bali

Suka makan dan juga suka foto-foto? ini dia tempat yang sangat cocok kamu kunjungi saat di Bali bersama pasanganmu, 10 Restoran paling Romantis dan juga Instagenic. Pass banget buat kamu yang suka upload foto di Instagram. Sebenarnya di Bali banyak sekali terdapat resto yang romantis serta instagenic, hal tersebut karena pemandangan sekitar yang sangat mendukung. Dengan jepretan foto-foto ini akan membuat feed instagram kamu menjadi lebih keren, selain itu akan menambah hubungan kamu dan pasangan menjadi semakin romantis!

1. SWEPT AWAY – THE SAMAYA UBUD

Di deretan pertama ada SWEPT AWAY - THE SAMAYA UBUD, sebuah restoran yang memiliki konsep alam. Makan siang romantis dengan pasangan akan semakin romantis dengan dikelilingi air jernih serta bebatuan sungai. Meja makan sengaja diletakkan di tengah-tengah sungai sehingga membuat suasana sangatt alami serta romantis. Terasa suasana alam begitu tenang dan bebas polusi serta traffic jam. Selain romantis, spot untuk foto juga sangat unik dan…

Ini Dia Salah Satu Cara Ampuh Untuk Diet

Menurut riset, mengubah waktu makan bisa menjadi kunci untuk mengurangi lemak tubuh. Riset ini dilakukan selama 10 minggu oleh peneliti dari University of Surrey. Hasil riset membuktikan waktu makan ternyata berdampak signifikan terhadap tubuh kita. Dalam penelitian, peserta tidak diharuskan untuk mengatur jenis makanan dan bisa mengonsumsi makanan apapun yang mereka inginkan, namun hanya makan pada jam-jam tertentu. Peserta dalam riset ini terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah mereka yang mengonsumsi makanan seperti biasa. Sementara kelompok kedua mengonsumsi sarapan 90 menit lebih lambat dan makan malam 90 menit lebih awal. Setiap peserta juga diminta mengisi buku harian diet sepanjang penelitian, memberikan sampel darah dan menyelesaikan kuesioner usai penelitian. 

Hasilnya, mereka yang mengonsumsi makanan pada jeda waktu lebih kecil mengalami pengurangan lemak dua kali lebih besar daripada kelompok lainnya. Dari hasil pengisian kuesioner, terungkap sebesar 57 persen…